Jerih Payah Diterima Di Sekolah Impian


     Dharmana , itulah aku. Kisah dimulai saat aku masih kelas 3 SMP. Dari waktu itu , aku sudah memikirkan mau sekolah dimana . Sempat orang tua menyarankan sekolah di SMK Negeri 1 Denpasar. Namun aku tolak mentah-mentah. Karena dulu bagiku jarak antara Gianyar dan Denpasar sangatlah jauh. Tidak mungkin bisa bolak-balik. Namun tidak hanya orang tua , guru dan beberapa teman juga menyarankan saya sekolah disana. 

     Dari saran guru dan teman-teman itu, aku berubah pikiran dan mengatakan ke orang tua. Bahwa aku akan sekolah di SMKN 1 Denpasar dan mengambil kompetensi Multimedia. Keinginanku itu semakin mantap setelah pacarku mendukung penuh , aku sekolah di Denpasar. Sejak itu , aku mulai serius untuk mencari-cari informasi tentang SMK Negeri 1 Denpasar melalui internet.  Namun waktu berjalan terus , aku pun mulai berubah pikiran. Aku akhirnya ingin mengambil kompetensi Teknik Komputer Jaringan. Sampailah beberapa minggu sebelum Ujian Nasional, aku mulai meninggalkan kebiasaanku dengan computer dan mulai serius untuk latihan soal UN. Setelah UN selesai , hati ini begitu lega dan kembali focus untuk mencari sekolah. TKJ bukan pilihan terakhirku. Dengan segala informasi dan kemampuan yang aku punya , aku memutuskan memilih kompetensi RPL atau Rekayasa Perangkat Lunak.



     Seiring waktu aku mulai giat memantau informasi demi informasi yang ada di situs http://denpasar.siap-psb.com . Sebuah situs penerimaan siswa baru di Kota Denpasar. Pada akhirnya, aku menemukan sebuah informasi dimana akan diadakan penerimaan siswa baru di SMK Negeri 1 Denpasar. Begitu senangnya aku mendengar kabar ini.  Informasi tersebut langsung berisi tanggal beserta berkas yang diperlukan. Namun tak mudah untuk mengumpulkan berkas-berkas tersebut. Aku harus bolak-balik sekolah mendapatkannya. Tapi satu hal yang membuat aku susah mencarinya adalah “Surat Keterangan Sehat”. Surat ini harus didapatkan dari Puskesmas atau instansi kesehatan lainnya. Di tempatku kebetulan ada Puskesmas Blahbatuh II . Namun Puskesmas hanya buka Senin-Jumat sampai jam 01.00 siang. Sedangkan aku benar-benar sibuk pada waktu itu. Ada suatu hari dimana aku akan mencari surat kesehatan, tepatnya saat akan menyetor berkas / verifikasi. Namun beberapa hari sebelum itu , aku sakit. Cukup mengganggu memang , dimana aku dikejar waktu. Bahkan aku sempat pasrah tidak bisa sekolah disana , karena sakit. Tapi tuhan memberkatiku , satu hari sebelum verifikasi , aku sudah sembuh.Dukungan motivasi dari sang pacar juga membuat diriku berjuang penuh untuk meraih apa yang aku cari. 

     Saat verifikasi tentunya langsung ke sekolah tujuan. Disana aku benar-benar takjub melihat sekolah impianku. Lebih megah dari gambar-gambar yang aku lihat di internet. Aku pun segera melakukan verifikasi bersama bapakku. Sesi pertama lancar , namun sesi yang kedua memang membingungkan. Adalah sesi pemeriksaan fisik. Disini siswa laki-laki harus melepas baju untuk dilakukan pemeriksaan fisik. Apakah ada tatto atau mungkin tindik. Tapi aku tetap lolos. Verifikasi selesai !. Setibanya di rumah , aku langsung buka situs PPDB. Dan, namaku I WAYAN DHARMANA terpampang di situs itu sebagai pendaftar. Bapakku langsung tenang melihat itu. 


     H-1 TPA , aku mulai belajar Matematika dan Bahasa Inggris. Besoknya aku sudah bertempur dengan soal-soal yang muncul. Jujur , Matematika buatku bingung. 15 Menit tersisa , lembar jawaban masih banyak yang kosong. Terpaksa , aku mengisi yang kosong dengan opsi yang aku pikirkan. Tidak lihat soal tentunya :D. Pikiranku mulai tenang setelah uji materi Bahasa Inggris. Semuanya gampang. Besoknya aku ikut uji Materi Bahasa Indonesia dan IPA. Di perjalanan ke sekolah bersama bapakku , kita kehujanan dari Gianyar ke Denpasar. Sungguh berat ujian hidupku. Tapi dengan semangat sekolah , kita terobos. TPA materi IPA membuatku bingung dicampur WOW juga. Kenapa ? Materi IPA yang muncul 80% aku tidak pernah pelajari di SMP. Namun angin segar aku rasakan setelah melihat 20 soal di bagian belakang adalah materi logika dan komputer. Aku berpikir “Wah , ada soal beginian.. Sikaatttt !!!!” Keduapuluh soal itu aku selesaikan tanpa sisa. Namun soal materi IPA belum sampai setengah aku kerjakan. Miris memang. Seorang anak SMK harus belajar keras untuk materi ini.  Akhirnya TPA selesai. Tinggal 1bulan lagi untuk ke sekolah. 

     Di sela-sela waktu kosong itu aku dan bapakku sedikit berdiskusi. Pengumuman hasil Cuma beberapa hari sebelum MOS. Tapi aku cuma mendaftar di satu sekolah. Bila aku diterima syukur. Tapi bila tidak , apa aku harus masuk sekolah swasta?.Itu yang kami diskusikan. Akhirnya kami memutuskan ikut pendaftaran jalur prestasi di salah satu SMK teknologi di Gianyar. Kebetulan juga tidk dipungut uang pendaftaran. Ternyata oh ternyata , setelah beberapa minggu menunggu, aku diterima oleh SMK di Gianyar itu. Kami pun bingung. Bukan karena diterimanya , tapi karena saat selang waktu menunggu hasil yang di Denpasar , ada pungutan biaya seragam. Kami langsung panik.  Mau tidak mau kami harus bayar uang seragam.  Cukup banyak memang nilainya. Saat itu aku secara resmi menjadi siswa di sekolah itu. 

     Pengumuman hasil UN datang. Tepat pada hari Sabtu , 02 Juni 2012. Aku dinyatakan LULUS dari SMP Blahbatuh dengan NEM 35,35. Beberapa hari setelah itu , aku dan bapakku langsung menuju ke Denpasar lagi untuk menyerahkan SKHUN.

     TPA dan penyerahan SKHUN telah dilakukan. Kini saatnya menunggu hasil yang tinggal 1 bulan. Sambil menunggu hasil , aku sedikit mengira-ngira. Nilai Rapor pas-pasan , kemungkinan nilai TPA juga pas-pasan tapi Nilai UN cukup bagus. Aku berpikir akan diterima disana nantinya. Apalagi untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. 

     Hari pengumuman hasil penerimaan siswa baru segera tiba. Satu hari sebelumnya , aku sudah mulai dag dig dug. Aku berdoa terus agar bisa diterima. Malamnya aku tidak tidur karena penasaran dengan hasil. Besoknya entah kenapa , aku bangun jam 04.00 aku sudah bangun dan buka situs PPDB. Namun belum muncul hasil. Memang dijadwalkan pengumumannya tanggal 10 Juli jam 08.00 pagi via online. Tepat jam 07.00 , aku sukses melihat hasil dengan sedikit trik saya. Buka halaman hasil penerimaan RPL halaman pertama , tidak ada nama saya. Dengan sedikit menghembus nafas , aku membuka halaman kedua. Dan , pada urutan nomor 37 tertera namaku disitu. WOWW!!! Aku diterima. Begitu senangnya hati ini melihat hasil itu. Langsung aku beri tahu bapak ku. Begitu bahagianya kedua orang tua ku itu.


Akhirnya perjalalanan kisah saya diterima di SMKN 1 Denpasar berakhir dengan senang dan penuh makna bagiku. Bapakku adalah orang yang sangat berjasa disini. Bolak-balik Gianyar Denpasar untuk mengantarkan anaknya meraih apa yang diinginkan. Apalagi pacarku ,selalu menemaniku di saat aku sakit dalam rangka persiapan penerimaan siswa baru. Dan juga teman-teman seperjuangan yang sudah lulus kini.

Hal yang bisa aku petik dari pengalaman ini , “Bermimpilah setinggi-tingginya dan barengilah dengan usaha !” . Jadi tidak salah kita bermimpi setinggi-tingginya , asalkan dibarengi dengan usaha yang tinggi juga. Sepertiku , SMKN 1 Denpasar adalah sekolah kejuruan ternama di Bali. Juga sekolah RSBI yang memiliki fasilitas megah. Jaraknya pun jauh dari lokasi rumah saya , sekitar 21Km. Orang-orang bilang saya gila sekolah disana. Namun dengan usaha keras , semuanya jadi mudah seperti sekarang.

Sekian 




Nama Peserta : I Wayan Dharmana
Alamat : Br./Dsn. Pokas , Blahbatuh , Gianyar
Sekolah          : SMK Negeri 1 Denpasar
Email : dharmanacyber@gmail.com
Web              : http://dharmanacyber.com
Sponsored by : www.blisekenbali.com



Tidak ada komentar: